Lembut kepada Mukmin, Tegas kepada Kafir
Lembut kepada Mukmin, Tegas kepada Kafir adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Burhan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 18 Rabiul Awal 1448 H / 31 Agustus 2026 M.
Kajian Tentang Lembut kepada Mukmin, Tegas kepada Kafir
Sifat tersebut tidak boleh terbalik, seperti bersikap kasar dan tegas kepada sesama umat Islam, tetapi bersikap lemah dan mengekor kepada orang-orang kafir karena silau oleh kekayaan atau kemajuan dunia yang mereka miliki. Orang-orang yang bersikap keras kepada sesama muslim dan lemah terhadap orang-orang kafir kelak digantikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan kaum yang dicintai-Nya dan mereka pun mencintai-Nya, serta memiliki sifat lemah lembut kepada orang yang beriman dan tegas terhadap orang kafir.
Orang yang mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala wajib memiliki sifat tawadhu (rendah hati) dan berlemah lembut kepada sesama mukmin, bermuamalah dengan baik, serta bersikap tegas menghadapi orang-orang kafir yang memerangi kaum mukminin. Posisi seorang muslim berada di atas mereka, bukan di belakang atau di bawah mereka, sehingga orang-orang kafir hanya mendapati kemuliaan (‘izzah) dan ketegasan dari kaum mukminin.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
“Wahai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. At-Taubah[9]: 73)
Neraka Jahannam merupakan seburuk-buruk tempat kembali. Perlindungan dari api neraka serta ampunan dosa dan surga senantiasa diharapkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Manusia wajib memelihara keimanannya hingga akhir hayat dan tidak mati melainkan dalam keadaan berserah diri sebagai seorang muslim.
Siksaan api neraka tidak akan sanggup ditahan oleh manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُمْ مِنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا فِيكُمْ غِلْظَةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang ada di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka mendapati sikap tegas darimu, dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah[9]: 123)
Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan orang-orang yang beriman melalui firman-Nya:
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ
“Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.” (QS. Al-Fath[48]: 29)
Dalam firman-Nya mengenai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabat (Walladzina ma’ahu), Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji mereka karena memiliki sifat asyidda’u ‘alal kuffar, yaitu bersikap keras dan tegas terhadap orang-orang kafir, serta saling menyayangi dan mengasihi di antara sesama orang beriman.
Dari Nu’man bin Basyir Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
تَرى المُؤمِنينَ في تَراحُمِهم وتَوادِّهم وتَعاطُفِهم كمَثَلِ الجَسَدِ، إذا اشتَكى عُضوًا تَداعى له سائِرُ جَسَدِه بالسَّهَرِ والحُمَّى.
“Kamu akan melihat orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh tubuh lainnya akan ikut merasakannya dengan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sifat kaum mukminin adalah merasakan penderitaan dan kesedihan yang dialami oleh saudara sesama muslim di bagian dunia mana pun bagaikan satu jasad. Sifat kasih sayang kepada sesama mukmin dan ketegasan kepada orang kafir hendaknya senantiasa tertanam dalam hati setiap muslim.
Berjihad di jalan Allah
Sifat yang ketiga adalah mereka berjihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak takut terhadap celaan orang yang mencela.
Mereka berjihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala menggunakan harta, jiwa, dan lisan untuk menegakkan serta meninggikan kalimat Allah Subhanahu wa Ta’ala, sekaligus merendahkan kalimat orang-orang kafir. Menuntut ilmu agama dengan niat membela agama Allah Subhanahu wa Ta’ala juga merupakan bagian dari jihad.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
جَاهِدُوا الْمُشْرِكِينَ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَأَلْسِنَتِكُمْ
“Berjihadlah melawan orang-orang musyrik dengan hartamu, jiwamu, dan lisanmu.” (HR. Abu Dawud)
Jihad dilakukan dengan segenap kemampuan yang dimiliki, sebagaimana yang telah diamalkan oleh para sahabat Radhiyallahu ‘Anhum.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman mengenai sifat para sahabat:
لِلْفُقَرَاءِ الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا وَيَنْصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ
“(Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka karena mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. Al-Hasyr[59]: 8)
Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 yang penuh manfaat ini.
Download MP3 Kajian
Podcast: Play in new window | Download
Mari turut membagikan link download kajian “Lembut kepada Mukmin, Tegas kepada Kafir” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.
Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com
Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :
Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv
Artikel asli: https://www.radiorodja.com/56512-lembut-kepada-mukmin-tegas-kepada-kafir/